Wacana Enam DOB di Kaltim, Jauhar: Pemekaran untuk Pelayanan dan Kesejahteraan Rakyat
(Jauhar Efendi)
SAMARINDA - Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Kaltim HM Jauhar Efendi menerima kunjungan
Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukkan Daerah Otonomi Baru
Kaltim.
Audiensi dipimpin Ketua Harian Forkoda Kaltim
Majedi Darham didampingi Dewan Pakar Forkoda Kaltim Aji Sofyan, serta delegasi
masing-masing calon DOB kabupaten dan kota.
Saat audiensi, Jauhar Efendi menyampaikan Pemprov
Kaltim menunggu hasil kajian dan persetujuan pemerintah daerah setempat
(bupati/walikota dan DPRD).
"Kajian ilmiah sesuai kewenangan
gubernur. kita juga melakukan penelitian rasionalitas dan lainnya," kata
Jauhar Efendi di ruang kerjanya, lantai 6 Kantor Gubernur Kaltim, Senin
(19/4/2021).
Intinya, tambah Jauhar, pemekaran wilayah jangan sampai induknya semakin miskin, sementara daerah yang baru tidak berkembang."Tujuan pemekaran adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan rakyat," ungkapnya.
Ketua Harian Forkoda Kaltim Majedi Darham
menyebutkan audiensi guna menyampaikan pemekaran wilayah di Kaltim, terdiri
Berau (Berau Pesisir Selatan), Kutai Kartanegara (Kutai Pesisir dan Kutai
Tengah), Kutai Timur (Kutai Utara), Samarinda (Kota Samarendah) dan Paser
(Paser Selatan).
"Jadi ada enam DOB sudah maju. Tapi dua
masih berproses menyiapkan persyaratan, sedangkan empat daerah sudah
direkomendasikan DPD-RI dan kita dorong sama-sama," ujarnya.
Ditambahkannya, seraya melengkapi berbagai
persyaratan ketika moratorium pemekaran daerah dibuka, maka Forkoda segera
mengusulkan, terutama empat daerah yang sudah mendapatkan persetujuan DPRD dan
kepala daerah setempat didukung rekomendasi DPD-RI ke Presiden RI.
"Semoga ketika IKN benar-benar terwujud
di Kaltim, DOB kita juga sudah terbentuk," harapnya.(mar)